Sabtu, 11 Juni 2011

"pilihan"

jadi inget waktu zaman semester 7 ( kayak udah lama aja padahal baru hitungan bulan). tepatnya pas kuliah KKPP ( Kuliah Kerja Peminatan Psikologi). waktu itu saya ngambil peminatan ke pasikologi klinis, dengan rekomendasi seorang teman akhirnya saya menemukan klien ( gaya ya) hehe.

singkat cerita klien saya mengalami stress beberap kali mencoba bunuh diri, masuk kelingkungan bebas merokok, minum, ganja, free sex, dan aborsi sudah ia lakukan ( saya aja setiap mendengarkan info dari dia merinding). dia datang ke saya awalnya dlm keadaan tidak stabil, meskipun di akhirnya ia sendiri yang memberikan dorongan kepada dirinya untuk bangkit.

namun ada hal menarik yang ia ucapkan: " yah gini deh cit gw hasil asuhan pembantu, anak hasil asuhan pembantu itu gini gk bener temen2x gw yang mengalami masalah sama dengan gw semuanya hasil asuhan pembantu".dari perkataannya dapat disimpulkan ia menyalahkan bahwa karena kurang perhatian dari orangtua terutama ibu, dia mencari hal itu di lingkungan. tapi sebenrnya didalam lubuk hati yang paling dalam ada kata yang ingin segera saya lontarkan, namun berhubung saya berudaha profesional memisahkan masalah klien dan pribadi sayapun mengontrol semua itu dan berhasil. dan kata2x yang ingin saya ucapkan saat itu ialah  "tapi saya enggak, kamu mesti tau bahwa saya sangat bangga dengan kedua orantua saya" , saya juga anak suhan pembantu, ayah dan ibu saya juga berkarir, bahkan sering banget keluar kota, saya udah biasa di tinggal kalau di tanya terganggu dengan ayah dan ibu yang bekerja terkadang saya juga merasakan hal itu, dulu saya pernah terganggu hingga akhirnya mengkomunikasikan dengan kedua orangtua saya. percayakah teman  sekarang saya menganggap orangtua saya ada orang yang luar biasa di tengah kesibukan mereka hak2x saya dengan saudara2x saya yang lain terpenuhi tidak hanya secara materi, karena kemampuan orangtua saya untuk menutupi kekurangan tersebut dan menjadikan kekurangan sebuah kelebihan, yang membedakan orangtua saya dengan orangtua yang lain.

lewat buku life without limits mengaktifkan kembali pelajaran lama saat saya belum lama menjadi mahasiswa alias mahasiswa semester awal. ada kata yang luar biasa dari kutipan bukunya " bahwa hidup adalah pilihan" mungkin bisa jadi saya mengalami hal yang sama dengan klient saya dengan bacground yang sama yaitu orangtua yang bekerja tapi saya dan saudara2x saya memilih jalan yang berbeda dengan klien saya, atau bisa jadi sebenarnya di awal kedua orangtua saya sudah mempesiapkan pilihan tersebut hingga akhirnya saya dan saudara2x saya dapat melihan jelas pilihan tersebut hingga akhirnya itu menjadi pilihan yang tepat bagi saya dan saudara2x saya.  entah lah yang pasti saya merasa ini adalah pilihan yang paling tepat dari sebuah pilihan yang saya pilih.

lewat klient saya, saya belajar sebuah rahasia yang luar biasa yaitu " pilihan". dan lewat buku life without limits saya belajar menemukan kata "pilihan" tersebut.

nice nice nice.... :)                                *ini kisahku tuliskanlah kisahmu"....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar